
Ini merupakan panduan langkah-demi-langkah bagaimana membuat sendiri booster hidrogen anda serta mengaplikasikannya ke motor. Dasar teorinya akan dijelaskan pada bagian tersendiri. Ingat! Keselamatan adalah hal yang utama, walaupun saya sendiri tidak mendapati masalah ketika melakukan semua kegiatan ini tapi lakukan semua kegiatan ini diudara terbuka atau cukup sirkulasi udaranya, karena hidrogen yang dihasilkan mampu meledakkan muka anda sehingga cukup sulit untuk membentuknya kembali. Gunakan sarung tangan, masker udara dan kacamata jika diperlukan, berhati-hati pada panas dan aliran listrik yang dapat ditimbulkan beberapa alat yang akan digunakan nanti.
Baik langsung saja. Kita akan mencoba membuat booster hidrogen atau biar singkat cukup saya sebut booster saja, se-murah yang kita bisa, se-efektif yang kita bisa dan se-mudah yang kita bisa.
Alat-alat yang diperlukan diantaranya:

- Solder; jelas digunakan untuk menyolder kabel, juga saya gunakan untuk melubangi plastik booster, gunakan paku yang dipanasi jika tidak ada solder atau bisa juga menggunakan bor. Paling murah dijual 7rb
- Tang jepit atau tang potong
- Cutter atau gunting
- Korek
- Obeng Plus [+]
- Hot Glue; Paling murah 10rb-15watt, lem plastiknya 1800rp
- Selotip kabel
- Selotip pipa
Sementara itu kebutuhannya untuk membuat booster:

- Botol kecap/sambal; 3rb/btl kalo bisa cari yang lubangnya dipinggir, beberapa ada yang dijual dengan lubang ditengah dan beberapa dijual dengan harga 5rb-an
- Selang bensin; beli dibengkel yng murah aja 2-4rb
- Selang akuarium; 1rb/mtr
- Soda kue; 1rb/bngks. Sebagai katalis, pastikan kandungannya adalah Sodium Bikarbonate. Baking soda, baking powder dan pengembang kue juga memiliki kandungan yang sama tapi tidak murni, beberapa dicampur dengan Sodium Acid dan tepung jagung. Jika anda menggunakan ini nanti hidrogen anda akan cepat berlumpur karena tepung jagungnya dan terlihat menjijikan. Jangan menggunakan NaOH (Soda Api- 9rb/kg-toko kimia) atau KOH (25rb/kg-toko kimia) walaupun zat-zat ini dapat menghasilkan lebih banyak gas hidrogen. Berbahaya!!!
- Beberapa meter kabel beda warna 1-2rb/mtr
- 2 buah baut lengkap dengan 2 ring dan 4 mur-nya; kesemuanya habis 2000an rp
- Beberapa Tie Kabel; 1rb/biji
- “L” selang akuarium; 300rp
- Kran selang akuarium; 2000rp
- Kawat Stainless Steel; coba cari ditoko besi usahakan untuk menggunakan yang ukuran tebal, jika susah dapat menggunakan senar gitar nomor 3 (string). Kawat stainless steel tebal dijual 5rbrp/mtr, sementara yang tipis 3500rp/mtr. Dapat juga menggunakan penggaris stainless steel, tapi pada kegiatan kali ini kita akan menggunakan kawat stainless
- Akuades/H20; jangan gunakan air mineral, gunakan air murni, dapat dibeli ditoko kimia (500rp/ltr) atau apotik (??rp). Dapat juga memanfaatkan air hujan (gratis) atau air tetesan AC (gratis). Beberapa sumber mengatakan dapat juga mempergunakan air accu (label biru-3rb/ltr) tapi bukan yang accu zuur (label merah/orange)
Langkah-langkah:
- Buat 3 lubang seperti ini, gunakan solder, paku yang dipanaskan atau bor sesuai dengan selera. Besarnya lubang sebatas baut dapat melewati lubang tersebut, usahakan tidak telalu besar lubangnya, cukup rapat saja. Lubang yang dekat jempol saya akan digunakan sebagai tempat “L” akurium, jadi pastikan juga jangan terlalu besar membuat lubangnya.

- Gunakan selotip pipa untuk membalut ulir botol kecap anda, tujuannya agar tidak terjadi kebocoran air dan kebocoran gas, karena nantinya setelah booster terhubung dengan mesin, botol akan menjadi sangat vakum.

- Jika tutup sudah dilubangi, langkah selanjutnya adalah membentuk kawat. Untuk kawat yang tipis, pastikan kawat tersebut dipilin terlebih dahulu agar kuat menerima panas dari voltase yang diberikan aki, untuk kawat yang tebal bisa dipilin juga. Lebih baik panjang kawat negatif 2x panjang kawat positif. Kemudian dikira-kira sesuai dengan panjang botol anda. Kawat yang negatif dibentuk huruf “U” kemudian ditengahnya adalah kawat positif. Bisa dilihat pada gambar bagaimana pilinan kawat saya berantakan, bukan apa-apa karena memang benar-benar susah untuk melakukannya.

- Setelah kawat terbentuk sekarang saatnya mengaitkannya dengan baut. Kaitkan dengan baut, gunakan ring baut juga setelah kawat. Susunannya seperti ini
Baut + kawat + ringA + tutup botol + ringB + murA + kabel + murB
Untuk kabel dan murB dilakukan setelah booster jadi. Alangkah lebih baiknya antar ringA dan tutup dan tutup dan ringB diberi lem/hot glue agar tidak bocor. Kaitkan kawat pada baut kencangkan murA, pastikan cukup kencang sehingga kawat/baut tidak bergerak bebas atau berputar-putar
- Setelah dikaitkan lapisi baut dengan hot glue untuk mencegah terjadinya korosi yang ditimbulkan oleh reaksi elektrolisis begitu juga dengan murB agar tidak terjadi kebocoran. Setelah itu dijemur agar lem mengeras.



- Setelah itu pasang “L” akuarium dilubang yang tadi sudah dibuat, kemudian beri selang akuarium, panjangnya sepanjang botol kecap anda. Biar gak bocor bisa juga dihot glue diantara “L” dan tutup
- Sambil menunggu kering lem-nya kita bisa melanjutkan hal yang lain. Copot karburator motor anda, lepaskan juga manifold dari mesin. Beri lubang ditengah manifold dimana besarnya lubang pas dengan kran akuarium

Kebetulan manifold motor saya terbuat dari karet, jadi ketika kran dimasukkan, lubang langsung menjadi rapat. Untuk motor yang manifoldnya terbuat ari alloy gunakan lem besi/epoxy untuk mencegah kebocoran, jangan gunakan hot glue, gak mempan. Untuk pembuatan lubangnya bisa dilakukan sendiri dengan bor atau ketukang las, biaya bolongin manifold saya cuma seribu rupiah.
Setelah itu pasang kembali manifold dan karburator, perhatikan bagaimana menempatkannya kembali, biasanya dimotor laki, manifold sudah ada “kunci”nya pada karburator dan mesin agar tidak tertukar atau salah pasang. Bisa dilihat pada gambar.


- Selanjutnya adalah mempersiapkan kelistrikan. Untuk anda yang motornya akinya sehat-sehat aja, bisa dilangsungkan ke aki, manfaatkan stop kontak agar arus dibooster dapat di hidup-matikan, jadi jika kontak off, booster mati, begitu juga sebaliknya. Ambil kabel secukupnya, pasang pada rangka, nanti dia akan menjadi negatifnya, sekarang mencari positifnya. Pada motor laki buka lampu depan, cari kabel yang dari stop kontak, untuk motor bebek buka tedeng yang menutupi stop kontak. Gunakan testpen dengan bohlam 12volt (banyak beredar/bisa bikin sendir) atau AVO Meter untuk mencari arus [+]. Tempelkan salah satu pada ground kemudian cari dari antara kabel distop kontak tersebut jika kontak dinyalakan lampu testpen/avo meter menyala, berarti itu positif [+].Pada Bajaj Pulsar 150, kabel positif yang berwarna coklat. Kupas sedikit saja kemudian solder kabel baru untuk dialirkan ke booster


Bagaimana jika aki sudah tidak normal lagi? Anda dapat mengunakan aliran dari spul. Gunakan Bridge Dioda 25A (7rb/biji)untuk menyearahkan aliran AC ke DC. Cara mencarinya, untuk motor bebek, buka tedeng tengah, hidupkan mesin, nyalakan lampu, cari dari mesin sebelah kiri kabel yang mengarah ke lampu, biasanya dari mesin ada soket dibawah tedeng tengah (biasanya warna kuning kabelnya) cabut salah satu dimana kalo kabel dicabut lampu ikutan mati. Diingat-inget kabelnya, kemudian pasang diodenya. Berikut rangkaian pemasangannya. Bohlam yang saya gunakan adalah bohlam sein 12volt.

Untuk yang langsung ke aki bisa menggunakan relay 12volt (12500 yang biasa tapi made in Germany, 20rb-an yang Bosch) untuk menstabilkan arus. Berikut contoh relay dan pemasangannya.


- Manifold sudah dilubangi dan dipasang kembali. Kabel sudah disiapkan, begitu juga dengan boosternya. Sekarang saatnya memasng ke motor. Cari tempat dimana anda dapat dengan mudah meraihnya, ini bertujuan agar anda dapat melakukan perawatan jika dibutuhkan. Jangan letakkan ditempat yang dapat menyebabkan booster menjadi panas sekali, misalkan diatas knalpot. Gunakan tie cable untuk mengikat. Manfaatkan juga tempat minum sepeda (10rb/buah-alluminium) untuk pegangan booster anda

- Sesudah dipasang botolnya. Isi dengan air aquades sebanyak 200ml/satu gelas kurang sedikit, kemudian masukkan juga 1 sendok teh Soda kue, aduk rata. Hapalkan kawat negatif dan positifnya, beri tanda jika perlu. Pasang kabel-kabel yang tadi sudah dibuat ke masing-masing kawat melalui baut yang ada, kawat yang panjang/”U” ke [-], lainnya [+], kemudian pasang kebotolnya, kencangkan tutupnya. Sebelumnya dinyalakan pastikan keran dimanifold dalam keadaan tertutup. Kemudian nyalakan kontak, lihat apakah lampu di dioda menyala?? Jika kurang terang tambahkan lagi soda kuenya. Ya, lampu ini berguna sekali untuk mengetahui kadar elektrolisis yang bekerja pada booster. Usahakan untuk tetap terang. Mesin masih belum dinyalakan, coba liat ke botol apakah kawat membuat buih-buih?? Jika iya selamat booster anda bekerja.

Kemudian nyalakan mesin. Buka pelan2 keran-nya, nanti stasioner motor akan membesar dan anda akan melihat ada udara masuk ke dalam botol dari “L” akuarium, usahakan jangan terlalu besar buih-buih yang ditimbulkan karena itu. Kecilkan stasioner pada karbu agar putaran mesin tidak terlalu besar.
Untuk mencegah tendangan balik dari mesin dan mengakibatkan api masuk ke booster dan meledakkannya, dapat menggunakan one way vale (aliran satu arah), bisa dibeli ditoko akuarium, biasanya mereka bilang itu “In/Out” harganya 7rb untuk seperti yang ada difoto dan 14rb untuk yang transparan, cara kejanya sama aja. Cuma beda kemasan saja. Untuk mencegah air yang bergejolak masuk ke pembakaran mesin dapat mengunakan filter air kompresor. Letakkan diselang diantara booster dan mesin.

- OK. Selesai, silahkan coba tes drive. Harusnya mesin menjadi lebih halus suaranya, tarikan menjadi enteng dan jarak tempuh untuk setiap liter bensin yang digunakan menjadi lebih panjang. Tapi itu semua tergantung dengan kebiasaan anda berkendara. Untuk motor saya, selain yang saya sebutkan diatas motor jadi lebih gampang distater. Booster yang saya buat ini saya sebut sebagai Alpha 1, karena memang ada lagi Alpha 2 dan Alpha 3 dan tidak menutup kemungkinan akan ada Alpha-aplha yang lain.
- Sekedar tips, untuk melihat seberapa besar penghematan yang dilakukan setelah pemasangan booster ini anda dapat melakukan beberapan hal berikut. Isi bensin motor full tank kalo perlu sampe luber, catat odometer saat mengisi (misalkan 142500km), jangan pergunakan dahulu booster anda, pakai motor anda seperti biasa, setelah berkurang bensinnya lakukan pengisian kembali, full tank kembali, usahakan di POM bensin yang sama dan mesin yang sama. Catat odometer terakhir, kurangi dengan odometer awal (misalkan 142530-142500=30km) kemudian dibagi dengan jumlah anda tadi mengisi bensin, maka anda akan menemukan berapa kilometer yang dihabiskan untuk setiap liter bensin (jarak/liter). Hidupkan booster anda kemudian lakukan cara yang sama seperti tadi dan bandingkan saat tidak menggunakan booster dan saat menggunakan booster. Cek juga kondisi busi saat tidak menggunakan booster dan saat menggunakan booster.
Salam
Bibir
- bibir's blog
- 7490 reads
D'You Know What I Mean
The questions are the answers you might need

Om saya mau tanya tentang efek dasar dari pemakaian dari HHO sendiri karena banyak dari teman2 saya yang mengengatakan akan menimbulkan korosi pada bagian dalam motor walo saya sediri belum mengalami tetapi dengan beberapa teman saya yang berkata demikian itu membuat saya makin gimana gitu, soale sempat dulu motor ngadat karena kebanyakan hidrogen yang terdapat dalam ruang bakar, akibatnya seher jadi macet, mesin panas dan jga beberapa hal lain. Terlebih karena adanya nilai oktan dari hidrogen yang tergolong tinggijadi sekarang ini sementara mesin tersebut saya lepas yaaa mohon dukungannya dunk....
Allow mas ni saya lagi lama ga kunjung ke situs ini yaaa, soale nich lagi sibuk2nya, jadi kapan-kapan kita sambung lagi, ehhh ko' sekarang sepi sich pada kemana nich...yaaa cma tanya doang boleh khan hehehe......sekarang dah enak lho mas lha aku pasang bareng ma waer injection jadine sekarang motor jadi tambah adem, kaya dipegunungan gitu hehehe...kalo HHO sekarang ini masih jalan lancar tapi sering lupa nggganti air jadi sering kehabisan untung aja aku pasang 2 jadi lebih aman,efek ke knalpot juga laen dari bau dan juga panas yang ditimbulkan juga berlainan dengan yang dulu saat proyek pertama. Ya wis aku belajar dulu yaa besok mo maju dosen buat konsultasi
Mas saya mo tanya nich soal hidrogen, sebenernya reaksi apa aja sich yang tetrjadi kok bisa terjadi hidrogen, dan juga kemaren saya coba pake air biasa kok malah motor jadi aneh yaaa...dan bagaimana sich kok bisa menemukan sistem ini selama ini memang banyak yang bercoment tentang HHO, malah ada ssitus luar yang pake KOH dan penyaringnya bukan cuma air biasa tapi pake alkohol ngapain sich ko bisa gitu?, dan juga mo tanya selain HHO ada ga diforum in yang buat konsul laennnya tetapi masih berhubungan dengan permesinan?
Wahh oakley kalo diJOGJA ada in out selama ini saya memang mengakali bagaimana cara mngganti katup in out yaaa hasilnya memang belum maksimal,dan sekarang dengan informasi ini saya bisa makin tahu sekarang nginprove sistem HHO pada motor saya, maaf lho mas BIBIR kalo saya baru tahu kalo ternyata di jogja ada in out hehe.....
Yaa makasih yang kedua kalinya, sebab teman saya yang sekarang ada di Depok jakarta belum kasih kabar, rencana sich mau keJAkarta buat cari in out habis sekarang ini akal saya makin buntu buat cari substitusi dari in out sendiri, yaa ternyata TA da' bisa diselingi maen kalo inngin cepet lulus, yaa udah sekarang cuma pp kampus sampe rumah perhari kurang lebih 70km, kalo motor biasa tanpa HHO sih dah hancur dari kemaren, apalagi rencana sich mo buat water injection, tapi sekarang malah bingung mikirin counter flow agar cocok ma motor 110cc hehehe....kalo ga bota' yaaa paling juga makin keriting hahaha......
Mana TA ngambil sebangsa batubara khan jauh banget implementasinya. Nantinya sich rencana mo upload gambar kalo uang dah terkumpul
mas tolong kasih tau dimana beli katup/valve in-out nya (alamat tokonya) soalnya saya dah cari dijogja ga ketemu.terimakasih
coba ke De' Best Aquarium utara tugu mas, kiri jalan sebelum Papa Rons. harga kalo gak salah 3000-7000rupiah.
salam
mas mau tanya beli katup/valve in-out nya di toko akuarium mana?(alamatnya) soale saya dah nyari muter-muter jogja lum ketemu. tolong kasih tau y. trims
Mas BIBIR saya sekarang baru tahu bahwa sistem HHO itu merupakan sistem untuk memanipulasi gas masuk alias bensin, karena jatah bensin untuk memenuhi ruang bakar ternyata berkurang sedikit karena adanya gas hidrogen yang ada didalam ruang bakar itu sendiri.
Akhirnya saya bisa mengambil kesimpulan bahwa gadget ini memang sudah dipikirkan oleh para pakar perancang penghemat bahan bakar tanpa merusak motor hehehehe....maklum belum sarjana masih TA,jadi pengambilan kesimpulan agak terlambat.
itu benar sekali mas, kalo bensin masuk ke karbu kan untuk dikabutkan, nah pengkabutan itu sekalian dimasukkan gas HHO itu. biasanya penggunaan HHO pada mobil dengan teknologi ECU sedikit menimbulkan masalah. mobil menjadi boros dikarenakan ECU (komputer mobil) membaca bahwa pasokan bensin ke mesin sangat miskin, padahal sudah dibantu oleh HHO sehingga memerlukan bensin yang lebih sedikit. ngakalinnya biasanya tidak langsung ditaruh dimanipol tapi ditaruh diselang filter udara, kebanyakan sih berhasil. kalo dimotor sih langsung saja taruh dimanipol begitu juga untuk mobil dengan sistem karburator.
Berhubung jakarta lagi sering hujan sekarang saya ke kantor pake mio terus (biar clana dan sepatu gak basah), tentu saja sudah menggunakan HHO, lumayan lah tiap hari saya menempuh jarak 75km (PP) cukup ngisi bensin 10rb (1,66liter) itu pun terkadang masih sisa. Mio-nya jadi irit banget 75km\1,66liter = 45km/liter padahal Mio standar 33km/liter. WOW!!!
Nah mas Aidil, sepertinya pertannyaan anda sudah dijawab cukup jelas oleh mas Sam.
Salam.
Yaa makasih yaaa mas BIBIR saya makin yakin aja,yaa namanya terlalu banyak pemikiran dan juga beberapa improve untuk membuat reaktor HHO lebih menghasilkan dengan kapasitas yang makin dikit dan dapat mengeksploitasi gas secara maksimal. Wah mana sekarang ambil TA yaa makin runyam aje hehehe....Dan dikit comment buat mas Aidil kalo buat Vespa karena pada Vespa ga ada leher angsa ya terpaksa ada beberapa gadget yang harus ditambahkan agar bisa terpasang dengan benar dan juga agar bisa bekerja dengan normal,lagian sistem kelistrikan pada vespa juga hampir mirip dengan pulsar karena sistem groun yang berdiri sendiri alias punya kabel massa sendiri.
Kalo gadget/peralatan yang dipasang paling2 cuma nambah dikit ketinggian karburasi dengan blok almunium(buat vespa lama),kalo yang baru ta cukup dicabang aja dari pompa oli,karena pompa oli pada vespa seperti pada membran bensin pada motor2 baru sekarang ini,kalo Vespa lama/baru bisa juga diganti dengan manifold milike bebek variasi kalo di solo harganya Rp50.000,-,tapi didaerah asal mas saya ga tahu.
Dengan itu khan bisa dibuatkan lubang untuk nepel yang biasa untuk selang oli samping pada motor2 lma semacam A-100,tapi karena nepel sendiri dari kunuingan dan juga leher angsa bebek dari almunium,sehingga kao bisa dikasih toleransi span aja agar ga bocor,yaa kalo ngirit pake aja blog almunium trus dibubut sebesar karburator Vespa aja,trus pake dengan ketinggian sekitar kurag lebih 1,5cm trus dilubangi dengan cara yang sama dengan leher angsa bebek.oh iy kalo pake leher angsa bebek yaa dengan terpaksa harus ganti pula karburasinya dengan milik King
bgus nih mas!!ohya bs ga' postingin cra pemasangan& penerapan pada motor bebek dan motor 2 tak (contohnya kya'vespa)!!!gmna?????
Om saya mo tanya,ni juga pertanyan temen saya,sebenarnya yang ikut terbakar itu bubller yang besar ato yang kecil2,soale kalo ditanya masalah yang lai sich agak dikit2 tahu tapi sesimple ini aja saya ga bisa tulung dunk....
hmmm sori nih, saya kurang paham maksudnya. pengertian bubbler sendiri adalah tabung kedua setelah HHO yang hanya berisi air biasa yang digunakan untuk mencegah tendangan balik dari mesin, dimana selang output dari HHO di masukkan ke dalam bubbler, sehingga ketika output dari HHO keluar, akan muncul gelembung2 atau bubbler.
Jadi, dibubbler sendiri tidak menghasilkan apa2 mas Sam. kalo di HHO-nya positif dan negatif menghasilkan gas yang berbeda. Kalo positif menghasilkan gas Oksigen sementara yang negatif menghasilkan gas Hidrogen. Makanya di percobaan pertama saya (yang saya posting ini) kawat negatif saya buat lebih panjang dari kawat positif (kawat negatifnya yang berbentuk U). Dengan harapan mendapatkan Hidrogen yang berlimpah.
Mungkin begitu penjelasannya mas Sam.
Mas.. mau tanya nih... gimana cara supaya bubler tambah banyak. Sekarang ini saya pakai kawat gitar dengan panjang masih normal (maap belum ngukur pastinya) alias dari toko langsung saya pakai. Penggunaan soda kue 2 sendok teh. Arus listrik langsung dari aki, kutub + dan - nya (pakai pemutus arus pada kutub +). Terima kasih
coba mas kawatnya dipertebal lagi. nanti kasih kabar lagi ya kalo berhasil/tidak.
salam.
Om bibr sekarang sedang sibuk apa ko ga pernah online lagi?
hehehe.. saya sering online koq, tapi lebih banyak diemnya hehehe..
makasih ya mas Sam untuk kontribusinya.
Wah kalo 1-2km/l ga papa,yang penting eksperimen itu nggak selalu sempurna, dan selama ini saya juga belum menemukan program simulasi yang bisa untuk mengecek seberapa besar hasil yang akan di keluarkan oleh suatu reaktor. Dan benar pula sich memang dimana yang ada cuma sistematika/bahkan foto2 yang belum terinstalasi ato bahkan pada bagian tertentu memang tidak dikatakan rahasia apakah dibalik itu.
Pernah sich suatu ketika saat saya sedang melihat suatu video disitu gelembung2 yang dihasilkan besar2 banget tapi saat saya konfirmasi di salah satu web luar ternyata mereka menggunakan semacam pompa yang kalo di indonesia menggunakan semacam pompa ikan/aquarium untuk mendorong partikel gelembung dari gas hidrogen sendiri keluar dari setiap elemen penghasil hidrogen.
Yaa namanya semua itu masih buatan manusia apa sich yang bisa disembunyiin, yang penting sekarang dengan adanya improve yang ada setidaknya konsumsi BBM kita agak berkurang walo dikit, belum lagi ditambah dengan adanya sistem2 yang bekerja pada masing2 motor yang berbeda2, sebenarnya semua improve yang dilakukan oleh pihak pabrikan sendiri berguna untuk menekan angka pengguanaan bahan bakar dan menciptakan semacam tenaga yang lebih besar dan mampu dikail pada rpm yang rata2 middle.
Nah itulah yang membedakan konstruksi mesin baja sendiri yang bagi saya sangat awam sekali, soalnya disini aja yang berkeliaran cuma 1-2 dan itupun dalam kecepatan yang terlampau tinggi bagi motor saya untuk mengejar hanya untuk tahu aja tentang karakteristik dari mesin bajaj itu sendiri. Kemare aja mas bibir merekomendasikan saya untuk pergi ke jogja siapa tahu ada, itu aja belum saya lakukan karena kesibukan dikampus banyak tugas jadinya sekarang mo coba2 buat improve HHO there's no time, yaa mo apa lgi kalo ga menyibukkan diri ntar bisa jadi mapala(mahasiswa paling lama) hahaha,maaf lho buat para pecinta alam saya bukan menjelekkan artian mapala sendiri.
Oh iya sekarang pake kawat ato pake plat?
Saya rasa kesalahan mengapa lampu depan redup karena adanya pemasangan pada diode bridge yang salah, coba om bending antara negatif reaktor dengan negatif ground/boddy,biasanya negatif boddy disendirikan pada kaki diode bridge, tetapi coba aja saya kemaren juga terjadi seperti itu, tetapi malah redup, setelah saya bending antara negatif boddy dengan negatif reaktor sekarang lampu depan terang benerang. Dan kaki bendingan itu dipasang pada diode bridge di kaki negatif reaktor.
Okey mas Sam, jadi saya dapat ambil kesimpulan niy:
1. Kata 'bendeng' artinya kita paralel/cabang dari kabel aslinya ya?
dalam hal ini kabel (-) ground bodi kita paralel dgn kabel (-) reaktor. Dimana kabel (-) bodi tadi sekarang lgsg ditancapkan ke kutub dioda (-) reaktor. Jadi (-) bodi yg di dioda adalah hasil 'bendengan' dr dioda (-) reaktor?
Okey...ntar aku coba deh!
2. Kira2 ada video atao poto2 yg bisa liatin bekerjanya reaktor di motor secara benar gak ya? Rata2 aku cm liat yg di mobil tapi gak jelas cara kerjanya. Trus, yg belum terinstalasi di kendaraan. Soale aku belum bisa buktikan alat ini bekerja dgn benar. Udah 3 minggu ini make, tapi perubahan konsumsi BBM hanya membaik 1-2Km/L. Belum cucok lah
Nuwun ya mas infonya. Btw kalo ada e-mail, bs dikasih ke aku: bejo_kd@hotmail.com
Maaf om saya banyak tugas dari kampus jadi rada keteteran njawabnya, dan buat mas BIBIR maaf sekali lagi lho cuma sharing nech...setahu saya memang biasanya massa dari motor yang menggunakan technologi dimana ground dari spuul langsung ke beberapa rangkaian tapi tidak dibuang ke boddy ada keuntungannya,antara lain dari segi penghantaran arus yang lebih stabil pada bagian instalasi motor, tetapi juga ada kelemahan, yaitu jumlah kabel yang ada di motor makin banyak aja hehehe...
Saya rasa kesalahan mengapa lampu depan redup karena adanya pemasangan pada diode bridge yang salah, coba om bending antara negatif reaktor dengan negatif ground/boddy,biasanya negatif boddy disendirikan pada kaki diode bridge, tetapi coba aja saya kemaren juga terjadi seperti itu, tetapi malah redup, setelah saya bending antara negatif boddy dengan negatif reaktor sekarang lampu depan terang benerang. Dan kaki bendingan itu dipasang pada diode bridge di kaki negatif reaktor.
Dan soal splat sendiri adalah ketidak rataan dari arus itu sendiri yang saya maksud bukan cuma voltasenya aja tetapi lebih pada arusnya itu sendiri.Dan fungsi dari resistor dan capasitor senilai 1 nano farad, dan resistor senilai 1 kilo ohm,sehingga arus yang direaksikan pada reaktor akan lebih stabil, karna semua yang berlebihan ato bahkan kekurangan akan diback up oleh rangkaian tersebut. Soalnya kita sendiri memfungsikan gadget HHO untuk semacam memanipulasi ruang bakar sehingga banyak udara yang berisi hidrogen yang masuk keruang bakar sehingga tekanan di karburasi akan berkuarng dan akan menghasilkan bensin yang ngirit.
KArena itu mengapa saat kita memasang HHO bahan bakar kita sendiri akan menjadi ngirit hehehe....kalo suatu saat nanti akan ditemukan gadget yang lain maka kita akan lebih banyak duintungkan karena suplai bahan bakar sendiri akan makin berkurang. Karena itulah mengapa dinamakan sebagai FUEL BOOSTER, dan yang lainnya uap gas hidrogen yang dihasilkan akan mudah sekali terbakar dibandingkan dengan bensin yang notabene ga ada didunia ini karburator atopun gadget injection yang sanggup menghasilkan uap bensin sebanyak 100%, kebanyakan pada ruang bakar sendiri banyak terdapat bitiran2 bensin yang tidak sempurna terbentuk kabut, itulah mengapa ada mtor yang boros banget dengan komparasi kompresi sama dan juga CC yang sama. Bahkan banyak yang memakai alumina hidroksida sebagai penangkap hidrogen yang ada ato terlarut dalam bensin sendiri
sehingga mending kai pada dioda bridge yang dari bodi dilepas saja trus di gabung sama kaki negatif pada reaktor, untuk mengurangi splat yang terjadi sebelum dipasang ke bodyy diberi hambatan supaya produksi volt DC yang ke reaktor tidak terbuang percuma, trus ditambah lagi dengan itu beban spull akan berkurang dan bisa menambah umur dari spul itu sendiri
Okey mas Sam, aku mau nanya:
1. Apa yg kabel masa dr spul lgsg disambnung aja dgn negatif reaktor? Soale lampu nggak redup2 bgt. Cuma berasa berkurang terangnya. Tolong dibantu pejelasan diatas.
2. Maksudnya splat apa ya?
3. Untuk mengurangi splat yang terjadi sebelum dipasang ke bodyy diberi hambatan supaya produksi volt DC yang ke reaktor tidak terbuang percuma. ----> Maksudnya gimana niy om?
Nuwun...
Begini mas bejo,kalo percobaan saya dulu dan sekarang itu yaa masih lama karena saya masih belum yakin aja sama aki saya terpaksa saya menggunakan yang namanya diode bridge,3510W selama pengunaan saya tidak pernah mengalami kendala, menurut saya bahwa dioda bridge kaki2nya ada 4 dan fungsinya satu kaki cuma sebagai penghambat saja, sehingga mending kai pada dioda bridge yang dari bodi dilepas saja trus di gabung sama kaki negatif pada reaktor, untuk mengurangi splat yang terjadi sebelum dipasang ke bodyy diberi hambatan supaya produksi volt DC yang ke reaktor tidak terbuang percuma, trus ditambah lagi dengan itu beban spull akan berkurang dan bisa menambah umur dari spul itu sendiri,kalo konsumsi bahan bakar saat ini 1 liter untuk +-30km karena jalanan tidak selalu sepi dan berjalan tidak selalu konstan. Menurut saya faktor octane booters sendiri sama seperti HHO, karena dengan gas HHO yang pernah saya baca disebuah artikel kalo angka oktane biisa sampai 130,ato sama dengan avtur,dengan asumsi tetap memakai premium,bisa dibayangkan juka pake pertamax,bisa jebol tuh seher hehehehe....,kalo orang mefet seperti saya biasa menggunakan kapur barus saja tapi saya tidak merekomendasikan itu karena sampai sekarang belum tahu efek samping dari kapur barus itu sendiri, kalo dari segi reaksi kimia sendiri sich bahwa kapur barus memang bisa muningkatkan efek dari oktan sendiri.
Buat mas bibir and mas sam dari Solo.
Kebetulan saya pake Pulsar 180.
Sudah saya praktekkan semuanya. Memang yg susah tuh nyari check valve. Gpp...solusi terpecahkan dgn pake bubbler kedua. Nah...MEMANG BENER kata mas Sam. Lampu depan REDUP!!!! wakakakakakakak....saya mau tanya sama mas Sam! Pas dibendeng itu dioda akhirnya bermasalah atau enggak??? Itu saja siy.
Review penggunaan tabung reaktor:
1. Konsumsi BBM belum diketahui. Biasanya 1:35.
2. Hilang ngelitik alias knocking pas ketemu jalan tanjakan. BBM pake Premium. Dulu pas pake octane booster (OB) ngelitik emang ga ada. skrg OB-nya hilang dr peredaran.
Gitu dulu review-nya!
Nuwun...
sebelum pk HHO konsumsi bajaj anda 1:35 gitu?? wow!! sepertinya ada yang salah dengan bajaj anda mas. konsumsi bajaj 180 standar saja minimal 1:45. hilang ngelitik saat menanjak ada kemungkinan stelan klep anda yang berubah, coba di stel ulang mas, tapi ketika servis, HHO dalam keadaan mati ya, nanti setelah servis selesai, HHO-nya dihidupkan kembali. tujuannya agar montirnya tidak terkecoh dengan adanya pasokan gas dari HHO. ohya coba diliat busi-nya mas bejo, apakah hitam atau putih bersih?? saya tunggu ya jawabannya.
Thanxs
Wah makasih banget sebelumnya maklum mas saya hanya beberapa kali masuk ke forum, sebelumnya belum pernah menaggapi ato juga memberikan saran. Wah nampaknya sekarang saya makin yakin aja untuk tetap pake plat aja, soalnya luas penampang juga mempengaruhi jumlah bubbler yang keluar. Trim's sebelumnya, maaf mas saya buru2 besok mo kuliah
hmm.. sepertinya pertanyaan mas Ahui sudah dijawab lengkap oleh mas Sam, gpp koq mas Sam, saya senang jika teman2 sekalian saling berpartisipasi. Jadi intinya, berapa watt pun tidak masalah mas Ahui. Oh ya ini saya kasih gambar HHO yang dipasang di Mio bapak saya, kawat menggunakan besi stainless dari wiper mobil yang dibikin spiral.
Konsumsi BBM setelah dipasang adalah 1 liter-45km. Menurut test yang dilakukan oleh Tabloid Otomotif, konsumsi Mio standar adalah 1:31,5Liter. Saya belom bisa kasih gambar update HHO yang dipasang di Bajaj Pulsar 150 saya, kemaren lupa fotonya. Oh ya HHO yang di Mio ini mengambil tegangan dari Spul, sedangkan HHO yang di Bajaj mengambil tegangan dari Aki.
Mas setahu saya yang namanya diode bridge itu cuma sebagai penyearah bukan sebagai regulatoar dan masalah ampere itu juga ga masalah, yang namanya sebabagai penyearah mengubah arus AC spul menjadi arus DC atau yang biasa kita kenal sebagai arus aki. Sehingga saat ada arus yang masuk kedalam diode bridge maka diode akan bekerja untuk menyearahkan saja, jangan heran saat mengecek arus dan voltase yang keluar, anda tidak akan mendapatkan voltase 12V, karena kitiran mesin tidak selalu konstan,sampai2 saat mesin berkitir rada tinggi, seperti motor saya voltase semua standar sebesar 48-220V,memang seperti motor2 lain setahu saya motor honda kebanyakan voltase tidak terlalu tinggi dibandingkan yamaha
Kalo dengan aki yaa pernah coba sich tapi karena komposisi saya masih coba2 dengan plat saya agak kurang yakin dengan aki saya,walo ditambahkan relay sekalipun, dan relay sama sekali tidak menambah volt,tetapi cuma sebagai swcthing saja, saat ini saya sedang mencoba mentriger voltase dengan menggunakan IC 555 agar tidak memboroskan volt dan bisa mengejar kapasitas watt,dengan bentuk dan kapasitas yang makin kecil bisa diharapkan mendapatkan kapasitas yang maksimal. Sebelumnya maaf buat mas BIBIR selaku host dari forum ini, saya cuma ingin sharing pengetahuan saja
mas mau tanya ni untuk dioda briged nya yang 25 amp atau 10 ampr yang bagus apa ada yang kuhsus dioda brigednya 12 v . thks
apa mas udah coba pake dc-plused gimana hasilnya bisah lebih baik gak
Makasih sebelumnya saya sedang mengerjakan HHO memang dengan menggunakan plat, tapi sekarang plat tersebut saya potong sehingga lebarnya jadi sekitar 0.5cm, sedang sekarang ini saya baru tahu dengan lebar plat yang makin besar ditambah lagi dipasang pada kutub positif akan menghasilkan watt yang sangat besar, kemaren saya mencoba dengan plat dipasang dengan jumlah 4 segmen terdiri dari -+-+-+, akan membutuhkan ampere dan juga watt yang besar, sekarang saya coba dengan memakai komposisi ----++----, dengan cara mengeksploitasi plat negatifnya ternyata bubller yang dihasilkan makin banyak, dan watt yang dibutuhkan sedikit sekali, coba dibandingkan jika kita mnggunakan plat dengan konfigurasi pertama, akan membutuhkan sekitar 12,41 ampere, mana ada motor yang ampere sampai segitu.
Sedang tetangga saya yang menggunakan kereta mini menggunakan jerigen 5 liter diisi dengan 10 sendok SS ampere yang dibutuhkan sekitar 40 amp, yaa sekarang saya sedang mencoba pada motor saya akan saya pasangi sebanyak 3 reaktor HHO saya masih ingin mencari hasil yang paling maksimal, dan juga dengan mengeksploitasi sisi plat negatif yang ada,sehingga asumsi saya akan mendapatkan H2 yang terbanyak siapa tahu konsumsi bahan bakar saya makin sedikit. karena kamaren ada teman yang menggunakan honda vario menggunakan sebanyak 2 reaktor untuk membeck up mesinnya. Konsumsi bahan bakar saya setelah saya beli karbu mitasi dari pasar loak didaerah saya sekarang 1 liter bisa menempuh sekitar 20km, sedang pada saat karbu jebol kemaren+HHO sekitar 17km,yaa memang belum maksimal, apa lagi motor saya menggunakan siklus 2 stroke, rencana sich dengan jumlah tabung 3, dengan diameter tabunng rada kecil maka akan menghasilkan HHO yang makin banyak. Maaf sekali lagi lho mas saya belum bisa mng up load foto2 saya tentang perangkat HHO yang saya instal ke motor karena kehabisan dana, trus juga kemaren saya juga membuka salah satu web ada yang pake IC NE 555 sebagai pembangkit pulse, sehingga akan lebih memudahkan/bahkan mengiritkan beberapa watt, saat ini saya telah memasang ninstalasi kelistrikan supaya beberapa komponen setelah HHO naik tidak membuat magnet saya menjadi terbebani. Lagian sekarang motor saya akinya soak, sehingga sering2 ke rosokkan buat cari capasitor, setelah tekumpul sekarang lumayan bisa memback up beberapa persen saja dari kelistrikan motor saya.
Post new comment